Investasi Rp 1.010 Triliun Terealisasi Juni, Prabowo: Gelombang Besar Segera Masuk

Kamis, 17 September 2026 | 06:03:01 WIB

KANALEKONOMI.ID — Presiden Prabowo Subianto memastikan gelombang investasi besar-besaran akan masuk ke Indonesia dalam beberapa pekan ke depan. Klaim itu disampaikan di tengah realisasi investasi semester I 2026 yang sudah menembus Rp 1.010 triliun per Juni, dengan 1,4 juta lapangan kerja baru tercipta sepanjang tahun berjalan.

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan keyakinannya bahwa investasi berskala besar akan segera mengalir ke Indonesia. Pernyataan itu ia sampaikan dalam dialog bersama jurnalis senior dan sejumlah pakar di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (6/9/2026).

Dialog tersebut baru disiarkan CNBC Indonesia pada Rabu (16/9/2026). Sesi tanya jawab dipandu Pemimpin Redaksi CNBC Indonesia Wahyu Daniel.

Realisasi Investasi Semester I 2026 Tembus Rp 1.010 Triliun

Menurut Prabowo, capaian investasi nasional selalu memenuhi target yang ditetapkan pemerintah. Sepanjang 2025, realisasi investasi tercatat Rp 1.931 triliun.

"Ini belum selesai. Ini angka Juni 2026 sudah Rp 1.010 triliun. Kita sudah buka tahun ini 1,4 juta lapangan kerja. Tahun 2025, 2,7 juta lapangan kerja baru," kata Prabowo.

Kepala negara menegaskan angka tersebut murni berasal dari investasi swasta. Ia memisahkannya dari belanja program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Persaingan dengan Malaysia dan Vietnam Jadi Konteks

Pertanyaan Wahyu Daniel menyoroti ketatnya persaingan menarik modal asing di kawasan. Malaysia dan Vietnam disebut sebagai pesaing utama Indonesia dalam perebutan investasi yang berdampak pada penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi.

Prabowo merespons dengan menyebut gejolak global tidak menyurutkan minat investor. Ia justru meminta publik menunggu beberapa minggu ke depan untuk melihat realisasinya.

"Jadi, padahal ini gejolak global ya. Dan ini beberapa minggu ke depan ya Anda tunggu saja. Karena saya sudah tahu ya akan ada investasi besar-besaran masuk ke Indonesia. Akan besar-besaran," ujar Prabowo.

Prabowo Enggan Buka Detail, Tunggu Bukti

Ketua Umum Partai Gerindra itu menolak membeberkan sektor atau nilai investasi yang dimaksud. Ia beralasan ingin berbicara berdasarkan bukti, bukan sekadar proyeksi.

"Tapi saya ya, nanti saya ini, enggak saya ini orangnya itu ya, saya selalu ingin evidence-based (berbasis bukti). Kalau tidak ada evidence saya enggan bicara," kata Prabowo.

Pernyataan itu muncul di tengah tekanan eksternal yang menurut Prabowo kerap menghambat Indonesia. Ia menyebut fundamental ekonomi nasional tetap kuat dan aman di mata investor global.

"Mereka tahu fundamental ekonomi kita kuat dan aman, ya. Saya terus terang aja ya, saya tidak bisa mengerti apakah itu politik, apakah itu ada campur tangan asing ya ingin selalu menghajar Indonesia. Tiap kali kita mau take off, kita terlalu besar, kita terlalu kaya," ujarnya.

Proyeksi Ekonomi ke-4 Dunia 2050

Prabowo mengaku telah bertemu sejumlah pemain besar dunia yang menyatakan minat menanamkan modal di Indonesia. Ia mengutip proyeksi Goldman Sachs yang menempatkan Indonesia sebagai ekonomi terbesar ke-4 dunia pada 2050.

"Semua orang, semua orang sudah yakin Indonesia akan menjadi ekonomi ke-6, ke-5, ke-4 dunia pada tahun 2050. Which is 25 tahun ke depan. Bayangkan. Ya kan? Ini Goldman Sachs. Goldman Sachs: Indonesia ekonomi ke-4," lanjut mantan menteri pertahanan tersebut.

Pemerintah belum merinci jadwal maupun sektor target dari investasi yang dimaksud Prabowo. Publik menunggu apakah klaim tersebut terealisasi dalam hitungan pekan sesuai pernyataan kepala negara.

Terkini