Pasar Modal Jakarta Bergairah: IHSG Bangkit di Tengah Ketegangan MSCI dan Selat Hormuz, Rupiah Melemah ke Rp 17.710

Pasar Modal Jakarta Bergairah: IHSG Bangkit di Tengah Ketegangan MSCI dan Selat Hormuz, Rupiah Melemah ke Rp 17.710
IHSG ditutup menguat 0,11 persen ke level 6.525 di tengah tekanan rebalancing MSCI dan ketegangan geopolitik Selat Hormuz.

KANALEKONOMI.ID — Pergerakan pasar saham domestik pada awal pekan ini berlangsung dinamis. Meski sempat dibuka di zona merah, tekanan jual yang muncul di sesi pertama tidak berlangsung lama. Pelaku pasar justru memanfaatkan pelemahan awal sebagai momentum akumulasi beli, sehingga indeks berhasil ditutup di wilayah positif.

Dua Sentimen Menekan, IHSG Tetap Bertahan

Setidaknya ada dua faktor besar yang membayangi pergerakan pasar kemarin. Pertama, aksi rebalancing indeks MSCI yang kerap memicu pergeseran aliran dana asing di pasar emerging market, termasuk Indonesia. Kedua, situasi geopolitik di Selat Hormuz yang kembali memanas, meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak global.

Meski dua sentimen negatif itu hadir bersamaan, IHSG menunjukkan ketahanannya. Indeks justru ditutup menguat 0,11% ke level 6.525, sebuah sinyal bahwa optimisme pelaku pasar domestik masih lebih dominan dibandingkan kekhawatiran eksternal.

Rupiah Tertekan, Fundamental Eksternal Jadi Biangnya

Kondisi berbeda terjadi di pasar valuta asing. Rupiah harus merelakan posisinya melemah ke Rp 17.710 per dolar AS. Pelemahan ini sejalan dengan menguatnya permintaan terhadap dolar AS sebagai aset aman (safe haven) di tengah eskalasi ketegangan di Timur Tengah.

Ketidakpastian global memang sedang menjadi ujian bagi hampir semua mata uang emerging market. Namun, pergerakan rupiah yang masih berada di kisaran tersebut menunjukkan tekanan yang ada belum sampai pada level yang mengkhawatirkan.

Koreksi Dini Jadi Peluang, Investor Menanti Arah Baru

Pola pergerakan yang terjadi kemarin memberi gambaran menarik. Pembukaan yang melemah justru dimanfaatkan investor sebagai titik masuk sebelum indeks kembali menguat. Ini mengindikasikan bahwa posisi tawar investor domestik masih cukup kuat dalam menopang pasar.

Katalis positif dari dalam negeri masih menjadi harapan utama untuk melanjutkan penguatan. Sementara itu, pelaku pasar tetap memantau perkembangan situasi di Selat Hormuz serta hasil akhir dari rebalancing MSCI yang akan menentukan arah aliran dana asing dalam beberapa pekan ke depan.

Dengan ditutupnya perdagangan di zona hijau, IHSG membuktikan diri mampu bertahan di tengah badai sentimen negatif. Kini, pasar menantikan konsistensi penguatan pada sesi-sesi berikutnya untuk mengonfirmasi bahwa rebound ini bukan sekadar koreksi teknikal sesaat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index