BANTEN — Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan kewaspadaan menyusul erupsi beruntun yang terekam di Pos Pengamatan Gunung Api Pasauran, Kabupaten Serang. Sepanjang Senin kemarin, seismograf mencatat 19 kali letusan dengan amplitudo maksimum mencapai 64 milimeter dan durasi terpanjang hingga 197 detik.
Meski kolom abu tertinggi teramati sekitar 400 meter dari atas puncak, potensi bahaya utama justru berasal dari lontaran material pijar yang bisa menjangkau area lebih luas. Data ini menjadi dasar imbauan resmi agar masyarakat, wisatawan, dan nelayan tidak beraktivitas di radius tiga kilometer dari kawah.
Rekaman Kegempaan: 64 Kali Hembusan hingga Tremor Menerus
Petugas Pos Pengamatan, Deny Mardiono, melaporkan aktivitas kegempaan yang tidak hanya didominasi letusan. Dalam periode 24 jam yang sama, tercatat 64 kali gempa hembusan dengan amplitudo 15 hingga 59 milimeter, serta 20 kali gempa harmonik yang berlangsung hingga 260 detik.
Selain itu, seismograf merekam empat kali gempa low frequency dan 19 kali gempa hybrid atau fase banyak. "1 kali gempa tremor menerus dengan amplitudo 2-55 mm, dominan 20 mm," demikian tertulis dalam laporan Deny yang dirilis Selasa (18/8) pagi.
Esok Harinya Masih Berlanjut, PVMBG Tegaskan Jarak Aman
Aktivitas kegunungapian tidak langsung mereda. Pada Selasa (18/8) periode pengamatan pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB, petugas masih mencatat satu kali gempa hembusan dengan amplitudo 10 milimeter dan durasi 38 detik.
Pada periode yang sama, terekam pula lima kali gempa harmonik dengan amplitudo hingga 43 milimeter. "1 kali gempa tremor menerus dengan amplitudo 1-20 mm, dominan 1 mm," tulisnya lagi, mengindikasikan suplai magma dari kedalaman masih berlangsung.
PVMBG mengingatkan potensi bahaya tidak hanya berupa hujan abu, tetapi juga guguran lava dan awan panas yang bisa meluncur ke arah laut. Imbauan jarak aman tiga kilometer dari kawah bersifat mutlak untuk menghindari risiko fatal bagi pengunjung maupun nelayan yang melintas di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau.
Status Gunung Api dan Imbauan bagi Warga Pesisir
Masyarakat di pesisir Banten dan Lampung diminta tetap tenang namun waspada, serta memantau informasi resmi dari PVMBG. Hingga berita ini diturunkan, status Gunung Anak Krakatau masih berada pada level waspada dengan rekomendasi larangan aktivitas di radius yang telah ditetapkan.
Pihak berwenang juga mengimbau agar tidak mempercayai isu yang tidak jelas sumbernya terkait potensi tsunami. Aktivitas saat ini terpantau normal untuk kategori gunung api dengan karakteristik erupsi efusif dan eksplosif seperti Krakatau, dan belum ada indikasi deformasi besar yang mengarah pada bahaya ikutan.